Takdir menautkan langkah kami melalui perantara seorang sahabat. Dari percakapan yang sederhana, tumbuhlah rasa yang hangat—seperti dua jiwa yang menemukan rumahnya. Dalam hitungan hari, hati kami saling mengenal, dan keyakinan itu pun kian menguat. Dengan restu dan ridha keluarga, juga doa yang tulus dari guru serta sahabat tercinta, kami melangkah mempertemukan harapan dengan kenyataan. Alhamdulillah, jalan ini terasa lapang, seakan semesta ikut mengiringi setiap langkah kami. Kini, dengan penuh rasa syukur, kami bersiap menapaki ikatan suci pernikahan. Sebuah perjalanan baru, bukan sekadar penyatuan dua nama, melainkan janji untuk saling menjaga, menguatkan, dan tumbuh bersama dalam cinta dan keberkahan hingga akhir hayat